Materi Ekonomi Syariah Tentang Hukum Saham Menurut Islam

Image result for ekonomi syariah

Di Indonesia terdapat banyak perusahaan yang pastinya memiliki saham masing – masing, mereka bermain saham dengan tujuan tertentu. Perlu kita ketahui bahwa dalam islam terdapat hukum saham yang akan kita bahas pada materi ekonomi syariah kali ini, para pemegang saham terutama umat islam harus mengetahui materi ekonomi syariah tentang saham agar tidak menimbulkan dosa nantinya. Dengan adanya materi ekonomi syariah, kita tidak perlu untuk mencari penjelasannya di dalam Al Quran sehingga bisa mempersingkat waktu untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Materi ekonomi syariah tentang saham seperti penjelasan dibawah ini.

Trading saham atau main saham banyak variasinya, di antaranya short selling, yang memiliki indikator sebagai berikut:

a.Transaksinya adalah jual beli, bukan investasi,

  1. Transaksinya dilakukan dengan singkat,
  2. Aksi jual itu karena harga saham yang dibeli telah naik, dan
  3. Motivasinya bukan investasi, melainkan jual beli.

Transaksi ini tidak diperkenankan oleh fatwa Dewan Syariah Nasional, karena di dalam transaksi jual beli saham ini terdapat unsur spekulasi yang dilarang dalam Islam.

Sebagaimana pendapat Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Al-Majmu’ Al-fatawa,

الخطر خطران خطر التجارة الذي لا بد منه

Risiko menurut Ibnu Taimiyah ada dua: (1) risiko yang melekat dalam bisnis (ini diperbolehkan); dan (2) risiko yang termasuk dalam spekulasi ( ini tidak diperkenankan dalam Islam).

Unsur Terlarang dalam Trading

Unsur terlarang lain adalah menjual sesuatu yang dimiliki yang terdapat dalam praktik short selling, di mana seseorang membeli kemudian menjual sebelum dimiliki.

Praktik ini dilarang oleh Rasulullah sesuai dengan hadits,

لاَ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

“Janganlah kamu menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” (HR. al-Khamsah dari Hakim bin Hizam)

Oleh karena itu, jual beli saham dengan model main saham tidak diperkenankan, alternatifnya adalah investasi dengan membeli saham. Dengan demikian, saham yang dibeli menjadi modal investasi dengan akad mudharabah (bagi hasil) atau syirkah sehingga pada periode tertentu pemilik saham akan mendapatkan dividen atau hasil.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *